Gambar

Clear Identity (Identitas Yang Jelas)

Hari ini saya ingin berbagi renungan yang saya ambil dari Renungan harian khusus Wanita “Spirit for Woman” tanggal 17 Juni 2016. Setiap hari sebelum saya mulai bekerja, saya selalu “start”dengan membaca renungan harian yang kebetulan renungan ini khusus dipilih oleh suami saya si Papa Bear dengan tujuan agar sebelum bekerja saya punya “spirit” menjalani aktivitas saya sepanjang hari hehehe…

Saya punya alasan tertentu kenapa saya sangat tertarik dengan renungan tanggal 17 Juni 2016 tentang Identitas yang Jelas padahal renungan ini sudah expired datenya. Sebelum saya jelaskan alasan saya, ada baiknya saya tulis ulang renungan harian 17 Juni 2016 ini supaya bisa dibaca semua orang juga.

“Didiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya, maka pada masa tuanya pun ia tidak akan menyimpang dari pada jalan itu (Amsal 22 : 6)”

Tulisan ini saya buat ketika Indonesia sedang dihebohkan dengan LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender). Jumlah LGBT kian meningkat. Terbukti semakin banyak kita menjumpai pria yang berperilaku kemayu seperti wanita. Kasus-kasus pelecehan seksual yang melibatkan sesama jenis juga makin banyak. Belum lagi beberapa negara melegalkan pernikahan sesama jenis. Mengapa seseorang bisa menjadi LGBT? Penelitianmenunjukkan bahwa penyebab faktor genetik sangatlah kecil, penyebab utamanya justru dari lingkungan, khususnya keluarga.

Ketika orang tua tidak memberikan identitas yang jelas kepada anaknya, maka anaknya akan mengalami kebingungan identitas. Kalau hal itu terus dibiarkan maka saat dewasa nanti ia akan memiliki orientasi menyimpang. Ada orang tua yang begitu menginginkan anak perempuan, sampai-sampai anak laki-lakinya diperlakukan seperti anak perempuan. Atau sebaliknya, karena ingin anak laki-laki maka anak perempuannya justru didandani seperti anak laki-laki hingga menjadi cewek tomboy. Ada orang tua yang tidak tegas dalam memberikan identitas kepada anaknya. Ketika melihat anak laki-lakinya cenderung suka boneka, suka warna-warna yang lazim disenangi cewek atau suka bergaul dengan teman-teman cewek saja, harusnya orang tua segera memberikan identitas yang jelas kepada anaknya sedini mungkin. Orang tua harus mengatakan bahwa anak laki-laki dan harus bertindak seyogyanya anak laki-laki, atau sebaliknya. Bukan malah tertawa ketika melihat anaknya bergaya seperti wanita, dan menganggap itu sebagai hal lucu! Orang tua yang tertawa melihat anaknya seperti itu, akan menangis suatu saat nanti ketika anaknya akhirnya memiliki perilaku yang menyimpang.

Bagaimana kita mendidik anak kita dan bagaimana kita memberikan identitas yang kepada mereka akan menetukan seperti apa jadinya anak kita kelak. Orang tua memiliki peran yang besar dalam hal ini

Orang tua berperan untuk memberikan identitas yang jelas kepada anak-anaknya.

Renungan ini sangat “menohok “saya, seperti apa identitas anak kita nantinya, kita lah sang ORANG TUA yang menentukan. Meski saya saya belum menjadi orang tua tapi renungan ini mengingatkan kita dan mempersiapkan kita akan tugas orang tua.

Saya terkadang sedih melihat anak-anak muda jaman sekarang, mereka terlihat ganteng saat diam, tapi ketika berbicara semua karakter maskulin itu runtuh. Tiba-tiba saja suara dan gerak tubuh mereka berubah menjadi kemayu bak gadis keraton. Ada juga saya lihat anak-anak cewek tidak suka pakaian feminim tapi sukanya pakai celana, jaket dan sepatu boot. Sebenarnya tidak masalah kalau memang situasinya menuntut pakaian seperti itu tapi kalau setiap hari, something wrong lah…

Saya juga pernah lihat instagram teman saya, dimana dia mengupload video dia yang mendandani anak laki-lakinya dengan make up  lalu dipakaikan dress lalu disuruh berjalan bak peragawati sambil mamanya merekam anaknya, terdengar suara mamanya “ihh… kamu cantik sekali..”. Howcome, itu kan anak laki-laki, kok bisa mamanya bilang cantik #geleng-gelengsaya. Dan akhirnya video itu mendapat “love”banyak sekali dan mamanya senang.

Saya yang melihat cuma bisa diam, ini siapa yang bodoh ya??? Saya cuma bisa berdoa “Tuhan, persiapkan saya jadi mama yang bijak dan cerdas dalam mendidik anak saya, agar saat saya tua nanti saya boleh berbahagia melihat anak saya berhasil dengan identitas yang jelas. Amin

Jadilah orang tua yang bijak dan cerdas dalam mendidik anak, agar hari tua kita menuai bahagia bukan menuai duka

 

 

 

 

 

 

Iklan